Selasa, 13 Mei 2025

Majlis Taklim " Takmirul Islam " Ziarah ke Lampung

 


SuluhPenyuluh--Ziarah dilakukan rutin setiap tahun oleh Majlis Taklim “ Takmirul Islam “ Tingkir Tengah, tahun ini ziarah menuju ke Lampung diantaranya makam KH. Muhammad Busthomil Karim, KH. Ahmad Shodiq, Raden Intan II, KH. Husnan Mushofa Gufron dan juga makam yang lainnya. Ziarah tersebut diberangkat pada Sabtu (10/5/2025) selama 5 hari. Jamaah ziarah sangat antusias dan memberangkatkan 2 bus.

Ziarah kubur sangat bermanfaat Imam Al-Ghazali menyebut dua tujuan praktik ziarah kubur yang selama ini diamalkan oleh umat Islam. Menurut Imam Al-Ghazali, peziarah dapat memetik hikmah dari peristiwa kematian ahli kubur yang diziarahi. Kedua, ahli kubur yang diziarahi dapat memetik manfaat doa dari peziarah. Dari dua tujuan ini, Imam Al-Ghazali menyarankan agar peziarah mendoakan ahli kubur dan juga mendoakan dirinya sendiri serta merenung untuk dapat memetik hikmah dari balik pengalaman kematian ahli kubur.

فالمقصود من زيارة القبور للزائر الاعتبار بها وللمزور الانتفاع بدعائه فلا ينبغي أن يغفل الزائر عن الدعاء لنفسه وللميت ولا عن الاعتبار به

Artinya, “Tujuan ziarah kubur bagi peziarah adalah mengambil hikmah atau pelajaran dari ziarah itu sendiri; dan bagi ahli kubur yang diziarahi adalah mengambil manfaat atas doa peziarah. Oleh karena itu, peziarah tidak seharusnya melalaikan doa untuk dirinya sendiri dan bagi almarhum yang diziarahi; dan juga seharusnya tidak mengabaikan mengambil hikmah atau pelajaran dari ahli kubur,” (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin)

Sayyid Az-Zabidi dalam Syarah Ihya Ulumiddin menjelaskan logika di balik mendoakan ahli kubur. Menurutnya, doa peziarah untuk ahli kubur merupakan doa mustajab yang pasti diijabah oleh Allah. Sayyid Az-Zabidi menganalogikan doa untuk ahli kubur dengan doa secara ghaib atau mendoakan orang lain yang tidak hadir atau tampak: atau mendoakan orang lain dari kejauhan.

 هل يقدم الدعاء لنفسه ثم الميت أو بالعكس؟ الظاهر الثاني إذ الدعاء للميت مستجاب لا محالة قياسا على دعاء الغائب ثم يكون الدعاء لنفسه فهو أحرى أن يستجاب نظرا لكرم الله تعالى وسعة فضله

Artinya, “Apakah peziarah mendoakan dirinya kemudian ahli kubur atau sebaliknya? Secara zahir, sebaliknya karena doa untuk ahli kubur tidak mustahil merupakan doa mustajab dengan qiyas/analogi pada kemustajaban doa untuk orang yang ghaib, lalu ia mendoakan dirinya sendiri. Doa dengan urutan seperti ini lebih layak diijabah dengan menimbang kemurahan Allah dan keluasan keutaman-Nya,” (Sayyid Muhammad bin Muhammad Al-Husaini Az-Zabidi, Ithafus Sadatil Mittaqin bi Syarhi Ihya Ulumiddin)

Oleh karena itu, Sayyid Az-Zabidi menganjurkan agar peziarah mendoakan ahli kubur terlebih dahulu baru mendoakan dirinya sendiri sebagaimana keterangannya di atas. Adapun doa secara ghaib atau doa untuk orang lain (keluarga, tetangga, sahabat, kolega, dan siapapun) dari kejauhan atau tidak tampak dapat ditemukan salah satunya pada hadits riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Darda ra: 

 عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ رواه مسلم وفي رواية لمسلم مَنْ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ 

Artinya, “ Dari Umi Darda ra, dari Abu Darda ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang hamba muslim mendoakan saudaranya secara sembunyi (ghaib) melainkan ada malaikat yang mendoakannya, ‘Untukmu semisal itu.’ (HR Muslim). Riwayat Muslim lainnya, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendoakan saudaranya secara ghaib, malaikat yang diutus untuknya mengaminkan doanya, ‘Amin, untukmu pun demikian.’’”

Dengan demikian, praktik ziarah dengan mendoakan ahli kubur memiliki logika dan praktik yang bersumber secara syar’i dari hadits Nabi Muhammad saw dan tata cara doa ulama salaf. (MN)

 

 

Share:

Khutbah

 5

Share:

Tes 2

 aasas

Share:

Profil




CURRICULUM VITAE

  

1.

Nama lengkap

:

Muhammad Nabhan

2.

Tempat dan Tanggal lahir

:

Kab. Semarang, 3 Februari 198x

3.

NIK

:

3373020302840xxx

4.

Pekerjaan

:

Penyuluh Agama Islam

5.

Alamat lengkap

:

Wirayudhan RT. 01 RW. 06 Kel. Tingkir Tengah Kec. Tingkir Kota Salatiga 50745

6.

Telp / Hp

:

085191188557

7.

Pendidikan terakhir

( Formal / Non Formal )

:

a. Nama lembaga : UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta

b. Lulus Tahun       : 2007

 

8.

Pengalaman Organisasi

:

a. Wakil Ketua PC GP. Ansor Kota Salatiga

b. Sekretaris PC Pagar Nusa Kota Salatiga

c. Kepala Cabang PT. Sorban Nusantara Utama

d. Anggota Forum Nadzir Kota Salatiga

e. Ketua BKM (Badan Kamakmuran Masjid) Kel. Tingkir Tengah

f. Sekretaris RT. 01 RW.06 Kel. Tingkir Tengah

 

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.

 


 


Share:

Minggu, 11 Mei 2025

Adakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif, Penyuluh Agama Kota Salatiga Siap Warnai Dunia Maya



Salatiga (Penaiszawa)- Dalam upaya meningkatkan kompetensi para Penyuluh Agama Islam agar dapat melaksanakan tugas secara lebih profesional di era digital ini, Kementerian Agama Kota Salatiga melaksanakan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif dan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Penyuluh Agama Islam se-Kota Salatiga pada Kamis (8/5/2025) di aula PLHUT Kankemenag Kota Salatiga.

Dalam sambutan dan pengarahannya Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga, Wiharso menyampaikan agar para Penyuluh Agama Islam mengoptimalkan dakwahnya dengan memanfaatkan media online serta mendukung 8 program prioritas (Asta Cita Protas) Kementerian Agama dan menjangkau komunitas difabel. 

“Saya menyambut baik kegiatan ini. Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kemenag sudah seharusnya membekali diri dengan kemampuan untuk memanfaatkan fasilitas online dalam berdakwah dan menyampaikan program-program Kemenag kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Asta Cita Protas ini berisi delapan program besar yang outputnya diharapkan berdampak langsung kepada masyarakat”, ujar Wiharso

Keberadaan Penyuluh Agama Islam tidak hanya untuk membina ruhani umat tetapi juga berperan aktif dalam menanggulangi berbagai permasalahan ditengah-tengah masyarakat yang kompleks. Dalam memberikan layanan, Penyuluh Agama Islam tidak boleh membeda-bedakan antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya, bahkan kelompok disabilitas tuna rungu di Kota Salatiga yang biasa disebut sahabat tuli juga harus mendapatkan perhatian dan layanan khusus.  

Menurut Kasi Bimas Islam kantor Kemenag Salatiga Siti Handayani yang juga selaku Ketua Panitia, Pelatihan diikuti oleh 40 orang Penyuluh Agama Islam se-Kota Salatiga, baik Penyuluh Agama Islam ASN maupun Non ASN. Pelatihan konten kreatif yang berlangsung sehari itu menghadirkan nara sumber dari Kanwil Kemenag Jateng Achmad Syalabi, dan Muhammad Mas’ud, konten kreator dan pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Kota Salatiga. Selanjutnya para peserta akan dibekali Pelatihan Bahasa Isyarat yang akan diselenggarakan sebanyak lima kali pertemuan dimulai pada Kamis, 15 Mei 2025 dengan nara sumber Nur Henry Fiatmoko dan Felisa Wanda Aisyah dari Komunitas Sahabat Tuli Salatiga.  Pelatihan sendiri rencananya akan berlangsung setiap hari Kamis dan berakhir pada tanggal 28 Mei 2025. (Kel.2)

Share:

RUANG IKLAN

SULUH PENYULUH Sahabat Syiar dan Suluh

About

BTemplates.com

Suluh Penyuluh. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Halaman

Blog Archive

Popular Posts

About Me

Foto Saya
KOTA SALATIGA, Jawa Tengah, Indonesia