Sabtu, 21 Juni 2025

GP. Ansor Argomulyo; Tumbuh dan Melayani

 

SuluhPenyuluh-- Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab Hasbullah, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, dahulu KH. Abdul Wahab Hasbullah belajar di Makkah dan pada tahun 1914 pulang dan bertempat di Surabaya. Beliau berasal dari Tambak Beras Jombang dan lahir pada tahun 1888. Ayahnya bernama KH. Hasbullah, salah seorang putra Ny. Fathimah, anak dari K. Sichah.

KH. Abdul Wahab Hasbullah memberikan nama Ansor yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, dakwah dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalam membangun generasi muda.

Di era modern saat ini, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjalankan misi dan tugas yang tidak mudah. Berbagai fenomena terutama terkait kenakalan remaja yang bermunculan bak jamur di musim hujan saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama ini. Jika dibiarkan, generasi muda akan terjerumus lebih dalam dalam perilaku yang buruk, seperti judi online, pergaulan bebas, miras dan narkotika.

Seperti halnya program kerja Pimpinan Anak Cabang GP. Ansor Kec. Argomulyo Kota Salatiga tetap exist dengan pengajian “ lapanan “ selain mengajak para anggota juga melibatkan warga sekitar untuk menghadiri pengajian tersebut. “ Pengajian lapanan ini merupakan wujud kehadiran organisasi dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dalam ilmu agama dan sebagai wahana untuk aktualisasi kapasitas para anggota maka kita harus dorong kemajuannya dan tetap istiqomah “ ungkap sahabat Fikri Tsabiq dalam sambutannya dalam pengajian yang dilaksanakan di Masjid Barokah Kel. Cebongan Kec. Argomulyo Kota Salatiga pada hari Jum’at (20/06/2025). Dan pengajian lapanan tersebut juga sebagai implementasi jargon yang diusungnya yaitu GP. Ansor Argomulyo; Tumbuh dan Melayani. (MN)

 

 


Share:

0 comments:

Posting Komentar

RUANG IKLAN

SULUH PENYULUH Sahabat Syiar dan Suluh

About

BTemplates.com

Suluh Penyuluh. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Blog Archive

Popular Posts

About Me

Foto Saya
KOTA SALATIGA, Jawa Tengah, Indonesia