Salatiga (Penaiszawa)- Dalam upaya meningkatkan kompetensi para Penyuluh Agama
Islam agar dapat melaksanakan tugas secara lebih profesional di era digital ini,
Kementerian
Agama Kota Salatiga melaksanakan Pelatihan
Pembuatan Konten Kreatif dan Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Penyuluh Agama Islam
se-Kota Salatiga pada Kamis (8/5/2025) di aula PLHUT Kankemenag Kota Salatiga.
Dalam sambutan dan pengarahannya Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga,
Wiharso menyampaikan agar para Penyuluh Agama Islam mengoptimalkan dakwahnya
dengan memanfaatkan media online serta mendukung 8 program prioritas (Asta Cita
Protas) Kementerian Agama dan menjangkau komunitas difabel.
“Saya menyambut baik kegiatan ini. Penyuluh Agama Islam sebagai ujung
tombak Kemenag sudah seharusnya membekali diri dengan kemampuan untuk memanfaatkan
fasilitas online dalam berdakwah dan menyampaikan program-program Kemenag
kepada masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas. Asta Cita Protas ini
berisi delapan program besar yang outputnya diharapkan berdampak langsung
kepada masyarakat”, ujar Wiharso
Keberadaan Penyuluh Agama Islam tidak hanya untuk membina ruhani umat
tetapi juga berperan aktif dalam menanggulangi berbagai permasalahan ditengah-tengah
masyarakat yang kompleks. Dalam memberikan layanan, Penyuluh Agama Islam tidak
boleh membeda-bedakan antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya,
bahkan kelompok disabilitas tuna rungu di Kota Salatiga yang biasa disebut sahabat
tuli juga harus mendapatkan perhatian dan layanan khusus.
Menurut Kasi Bimas Islam kantor Kemenag Salatiga Siti Handayani yang juga selaku
Ketua Panitia, Pelatihan diikuti oleh 40 orang Penyuluh Agama Islam se-Kota
Salatiga, baik Penyuluh Agama Islam ASN maupun Non ASN. Pelatihan konten
kreatif yang berlangsung sehari itu menghadirkan nara sumber dari Kanwil
Kemenag Jateng Achmad Syalabi, dan Muhammad Mas’ud, konten kreator dan pengasuh
salah satu Pondok Pesantren di Kota Salatiga. Selanjutnya para peserta akan
dibekali Pelatihan Bahasa Isyarat yang akan diselenggarakan sebanyak lima kali
pertemuan dimulai pada Kamis, 15 Mei 2025 dengan nara sumber Nur Henry Fiatmoko
dan Felisa Wanda Aisyah dari Komunitas Sahabat Tuli Salatiga. Pelatihan sendiri rencananya akan berlangsung
setiap hari Kamis dan berakhir pada tanggal 28 Mei 2025. (Kel.2)






0 comments:
Posting Komentar